Kamis, 24 Februari 2011

LAPORAN PENDAHULUAN MENARIK DIRI


LAPORAN PENDAHULUAN


A.    Masalah Utama
Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain .

B.     Proses Terjadinya Masalah
Pada mulanya klien merasa dirinya tidak berharga lagi sehingga merasa tidak aman dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya klien berasal dari lingkungan yang penuh permasalahan, ketegangan, kecemasan dimana tidak mungkin mengembangkan kehangatan emosional dalam hubungan yang positif dengan orang lain yang menimbulkan rasa aman.
 Dunia merupakan alam yang tidak menyenangkan, sebagai usaha untuk melindungi diri, klien menjadi pasif dan kepribadiannya semakin kaku (rigid). Klien semakin tidak dapat melibatkan diri dalam situasi yang baru. Ia berusaha mendapatkan rasa aman tetapi hidup itu sendiri begitu menyakitkan dan menyulitkan sehingga rasa aman itu tidak tercapai. Hal ini menyebabkan ia mengembangkan rasionalisasi dan mengaburkan realitas daripada mencari penyebab kesulitan serta menyesuaikan diri dengan kenyataan.
  Konflik antara kesuksesan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan itu sendiri terus berjalan dan penarikan diri dari realitas diikuti penarikan diri dari keterlibatan secara emosional dengan lingkungannya yang menimbulkan kesulitan. Semakin klien menjauhi kenyataan semakin kesulitan yang timbul dalam mengembangkan hubungan dengan orang lain.   
 Menarik diri disebabkan oleh, perceraian, putus hubungan, peran keluarga yang tidak jelas, orang tua pecandu alkohol dan penganiayaan anak.
Resiko menarik diri adalah terjadinya resiko perubahan sensori persepsi (halusinasi). Manifestasi klinik pada klien dengan menarik diri adalah apatis, ekpresi sedih, afek tumpul, menyendiri, banyak diam diri di kamar, menunduk, menolak hubungan dengan orang lain, perawatan diri kurang posisi tidur seperti janin (menekur).

C.    Pohon masalah

D.  Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji
Isolasi sosial: menarik diri
§  Data obyektif:
Apatis, ekpresi sedih, afek tumpul, menyendiri, berdiam diri dikamar, banyak diam.
§  Data subyektif:           
Sukar didapat jika klien menolak komunikasi, kadang hanya dijawab dengan singkat, ya atau tidak.

E.     Diagnosa Keperawatan
1.      Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi …. berhubungan dengan menarik diri.
2.      Isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.

F.    Rencana tindakan.
a.       Tujuan umum: tidak terjadi perubahan persepsi sensori: halusinasi ….
b.      Tujuan khusus:
1.    Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tindakan:
1.1.Bina hubungan saling percaya: salam terapeutik, memperkenalkan diri, jelaskan tuiuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kesepakatan / janji dengan jelas tentang topik, tempat, waktu.
1.2.Beri perhatian dan penghargaan: temani kilen walau tidak menjawab
1.3.Dengarkan dengan empati : beri kesempatan bicara, jangan terburu‑buru, tunjukkan bahwa perawat mengikuti pembicaraan klien.

2.    Klien dapat menyebut penyebab menarik diri
Tindakan:
2.1.Bicarakan penyebab tidak mau bergaul dengan orang lain.
2.2.Diskusikan akibat yang dirasakan dari menarik diri.

3.    Klien dapat menyebutkan keuntungan hubungan dengan orang lain
                 Tindakan:
4.1.Diskusikan keuntungan bergaul dengan orang lain.
4.2.Bantu mengidentifikasikan kernampuan yang dimiliki untuk bergaul.

4.    Klien dapat melakukan hubungan sosial secara bertahap: klien‑perawat, klien‑perawat‑klien lain, perawat-klien‑kelompok, klien‑keluarga.
Tindakan:
4.1.Lakukan interaksi sering dan singkat dengan klien jika mungkin perawat yang sama.
4.2.Motivasi temani klien untuk berkenalan dengan orang lain
4.3.Tingkatkan interaksi secara bertahap
4.4.Libatkan dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi
4.5.Bantu melaksanakan aktivitas setiap hari dengan interaksi
4.6.Fasilitasi hubungan kilen dengan keluarga secara terapeutik

5.    Klien dapat mengungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain
                 Tindakan:
5.1.Diskusi dengan klien setiap selesai interaksi / kegiatan
5.2.Beri pujian atas keberhasilan klien

6.    Klien mendapat dukungan keluarga
Tindakan:
6.1.Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melalui pertemuan keluarga
6.2.Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar