Jumat, 04 Maret 2011

6 cara meredakan sakit perut secara alami



Temen2  kalo sakit perut diobatin pake apa??
coba cara alami ini...mudah-mudahan bermanfaat
       Apa yang Anda lakukan saat sakit perut tiba-tiba menyerang? Mungkin rasa kesal yang datang mengikutinya serangan sakit ini. Sebenarnya banyak penyebab dari sakit perut, bisa karena Anda makan terlalu cepat, makan terlalu banyak atau makan masakan pedas, selain itu stres bisa juga jadi pemicu sakit perut. Tapi jangan khawatir, ada banyak obat yang bisa Anda pilih untuk meredakan sakit perut. Tapi kalau Anda penggemar pengobatan alami, coba simak beberapa yang kami sarankan ini.


1. Jahe.
     Herbal satu ini dipercaya dapat meringankan sakit perut. Jika perut Anda melilit-lilit, Anda bisa meminum teh jahe untuk meredakannya.

2. Teh chamomile
      Teh chamomile juga dapat bermanfaat untuk meredakan sakit perut. Mungkin agak sulit mendapatkan teh ini, tapi sekarang juga sudah dijual di supermarket dalam bentuk kemasan.

3. Yogurt
       Yogurt juga dapat membantu meringankan sakit perut. Saat bakteri jahat menyerang dan membuat perut Anda sakit, yogurt dengan kandungan bakteri baik dapat mengatasinya. Yogurt juga bekerja sangat baik sebagai laxative (pencahar) alami.

4. Peppermint
       Dipercaya dapat membantu meringankan sakit perut. Jika tersedia, Anda bisa melarutkan peppermint oil dalam air hangat dan meminumnya. Jika tidak, permen peppermint juga bisa sedikit membantu.

5. Air putih
      Minum air putih sebanyak-banyaknya. Air dapat membantu menyiram bakteri keluar dari sistem tubuh dan lalu mengeluarkan racun ini dari tubuh.

6. Berbaring dan meletakkan kaki di tumpukan bantal juga bisa membantu meringankan sakit perut.

          Pejamkan mata dan tarik nafas dalam-dalam, isi botol kaca dengan air hangat dan letakkan di perut sembari Anda berbaring. Cara ini juga cukup meringankan untuk sakit perut akibat menstruasi. 

terima kasih,,semoga bermanfaat,,,^_^


Selengkapnya...

Rabu, 02 Maret 2011

Berkhayal Bisa Meredakan Stress

Sebelumnya Maaf

           Ada banyak cara meredakan stres. Salah satu cara paling efektif dan mudah: berkhayal. Berkhayal memberikan Anda kesempatan sejenak melepaskan diri dari beban. Namun, jangan lantas menghindar terlalu lama dan berkhayal hal-hal tidak berguna. Berkhayal pun, ada triknya, agar pelarian sesaat Anda ini efektif dan terencana.

            Menurut psikolog Michael Guttridge berkhayal bukan aktivitas mewah dari orang malas. Menurut Guttridge, melamun dan berkhayal yang oleh masyarakat dilihat sebagai sebuah aktivitas non-produktif sebenarnya dapat menambah nilai-nilai produktivitas atau khayalan baik.

            Yang dimaksud khayalan yang baik adalah khayalan yang mampu mendapatkan ide-ide yang tidak terduga. Bahkan mungkin dapat mengarahkan Anda untuk menjalin hubungan lebih baik, mengurangi stres dan membuat Anda lebih kreatif. lantas, bagaimana cara mengorganisasir khayalan?

1. Berkhayal akan kesuksesan
            Berpikir produktif tentang tujuan-tujuan masa depan yang membuat cita-cita lebih mungkin dapat diraih. Di sela aktivitas sehari-hari, berpikirlah mengenai mimpi-mimpi Anda, dan pikirkan bagaimana cara mencapainya.

2. Alihkan stres
            Layaknya meditasi, berkhayal juga sebuah rehat kecil yang sempurna bagi pikiran. Daripada Anda kesal memikirkan macet, biarkan pikiran Anda ’terbang’ sejenak. Cara ini bukan hanya dapat melepaskan ketegangan Anda, tapi juga dapat membantu Anda menyegarkan diri ketika Anda kembali ke dunia nyata.

3. Kerjakan lebih setiap hari
            Berkhayal dapat membuat Anda benar-benar lebih produktif. Contohnya: Jika Anda memiliki setumpuk tugas yang menyibukkan, duduklah selama 15 menit dan khayalkan sesuatu yang menyenangkan hati. Dengan membiarkan pikiran bergerak bebas, artinya Anda memindahkan beban kecemasan, rasa monoton atau takut berbuat salah pergi. Sehingga selesai berkhayal, Anda akan lebih semangat untuk menyelesaikan pekerjaan.
***
4. Berkhayal tentang pasangan
            Bagi Anda yang memiliki pasangan, berkhayal tentang pasangan Anda membantu Anda tetap terhubungan dengannya, sehingga akan membuat Anda lebih optimistis dalam melihat hubungan Anda berdua.

Sumber : suara merdeka


Tapi jangan berkhayal yg jorok2 lhoh
Mari berkhayal






Selengkapnya...

Minggu, 27 Februari 2011

Yang suka tidur siang..... Tidur Siang Jangan Lebih 30 Menit

 
ini dia..... efek samping tidur siang lebih dari 30 menit
Tidur Siang Jangan Lebih 30 Menit
Banyak orang bilang tidur siang bikin gemuk. Padahal sampai sekarang peneliti belum menemukan hubungan kegemukan dengan tidur siang.
Sebenarnya yang perlu diperhatikan: tidur siang jangan melebihi 30 menit. Begitu saran Kristie Leong MD, dokter kesehatan keluarga dari Virginia dilansir HealthMad.
      Tidur siang terlalu lama alias lebih 30 menit malah membuat Anda mengantuk sepanjang hari. Tubuh jadi tidak bergerak sehingga kalori yang di dalam tubuh jadi tidak terbakar.
     Sebaliknya menurut Leong, tidur siang dalam durasi yang pendek (30 menit) justru memiliki banyak manfaat. Salah satunya menggantikan kurang tidur di malam hari bagi yang sering kerja lembur, meski kualitasnya tentu tidak sebaik tidur malam.
    Tidur siang bukan berarti memperbanyak waktu tidur, yang penting jumlah keseluruhan tidur dalam satu hari masih dalam batas wajar, yaitu 6-7 jam sehari untuk orang dewasa.
    Tidur siang dalam durasi pendek juga membantu menjaga kadar hormon stres atau kortisol, sehingga pikiran akan menjadi lebih segar setelah bangun. Dengan tingkat stres yang rendah justru baik untuk mencegah kenaikan berat badan.
     Tidur siang yang tepat akan membuat sistem pencernaan mendapat suplai darah yang cukup dibandingkan saat beraktivitas.
     Tapi tidur siang sebaiknya jangan dilakukan langsung sehabis makan siang tapi tunggu 1-2 jam. Tidur siang langsung setelah makan malah jadi penyakit seperti gangguan pencernaan termasuk refluks asam lambung (asam lambung naik ke tenggorokan).
Selain itu, orang-orang yang pekerjaannya menuntut kewaspadaan ekstra tinggi tidak disarankan tidur siang setelah makan. Tidur siang dengan perut kenyang sedikit banyak akan mengurangi tingkat kewaspadaan setelah bangun tidur

Selengkapnya...

Jumat, 25 Februari 2011

LAPORAN PENDAHULUAN PERILAKU KEKERASAN


LAPORAN PENDAHULUAN

A.     Masalah Utama: perilaku kekerasan/amuk.

B.     Proses Terjadinya Masalah

       Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. Perilaku kekerasan/amuk dapat disebabkan karena frustasi, takut, manipulasi atau intimidasi.

C.     1.  Pohon Masalah

2.      Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji

Perilaku kekerasan / amuk.

1.    Data Subyektif :
a).  Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.
b). Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika    sedang kesal atau marah.
c).  Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya.

2). Data Obyektif :
a).  Mata merah, wajah agak merah.
b). Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai.
c).  Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.
d). Merusak dan melempar barang‑barang.

D.    Diagnosa Keperawatan
a.       Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan/amuk.
b.      Perilaku kekerasan berhubungan dengan perubahan persepsi sensor: halusinasi dengar.

E.     Rencana Tindakan
a.       TujuanUmum:
Klien tidak mencederai diri, orang lain dan lingkungan.

b.      Tujuan Khusus:
1.      Klien dapat membina hubungan saling percaya.
Tindakan:
1.1.Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik, empati, sebut nama perawat dan jelaskan tujuan interaksi.
1.2.Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai.
1.3.Bicara dengan sikap tenang, rileks dan tidak menantang.

2.      Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan.
Tindakan:
2.1.Beri kesempatan mengungkapkan perasaan.
2.2.Bantu klien mengungkapkan perasaan jengkel / kesal.
2.3.Dengarkan ungkapan rasa marah dan perasaan bermusuhan klien dengan sikap tenang.

3.      Klien dapat mengidentifikasi tanda‑tanda perilaku kekerasan.
Tindakan :
3.1.Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel/kesal.
3.2.Observasi tanda perilaku kekerasan.
3.3.Simpulkan bersama klien tanda‑tanda jengkel / kesal yang dialami klien.

4.      Klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
Tindakan:
4.1.Anjurkan mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
4.2.Bantu bermain peran sesuai dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.
4.3.Tanyakan "apakah dengan cara yang dilakukan masalahnya selesai ?"

5.      Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan.
Tindakan:
5.1.Bicarakan akibat/keruglan dari cara yang dilakukan.
5.2.Bersama klien menytmpulkan akibat dari cara yang digunakan.
5.3.Tanyakan apakah ingin mempelajari cara baru yang sehat.

6.      Klien dapat mengidentifikusi cara konstruktif dalam berespon terhadap kemarahan.
Tindakan :
6.1.Beri pujian jika mengetahui cara lain yang sehat.
6.2.Diskusikan cara lain yang sehat.Secara fisik : tarik nafas dalam jika sedang kesal, berolah raga, memukul bantal / kasur.
6.3.Secara verbal : katakan bahwa anda sedang marah atau kesal / tersinggung
6.4.Secara spiritual : berdo'a, sembahyang, memohon kepada Tuhan untuk diberi kesabaran.
7.      Klien dapat mengidentifikasi cara mengontrol perilaku kekerasan.
Tindakan:
7.1.Bantu memilih cara yang paling tepat.
7.2.Bantu mengidentifikasi manfaat cara yang telah dipilih.
7.3.Bantu mensimulasikan cara yang telah dipilih.
7.4.Beri reinforcement positif atas keberhasilan yang dicapai dalam simulasi.
7.5.Anjurkan menggunakan cara yang telah dipilih saat jengkel / marah.
8.      Klien mendapat dukungan dari keluarga.
Tindakan :
8.1.Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melaluit pertemuan keluarga.
8.2.Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga.
9.      Klien dapat menggunakan obat dengan benar (sesuai program).
Tindakan:
9.1.Diskusikan dengan klien tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek dan efek samping).
9.2.Bantu klien mengpnakan obat deng‑an prinsip 5 benar (nama klien, obat, dosis, cara dan waktu).
9.3.Anjurkan untuk membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.
Selengkapnya...